Indralaya-Kinerja.Net. Rupiah kian melemah dikala merebaknya Virus corona (COVID-19) di Indonesia, pertanggal 13 Maret 2020 dolar masih dilevel Rp.14.647,1 namun hari ini dolar telah melambung tinggi mencapai angka Rp.15.770,89 yang mana rupiah kembali menguat dari hari sebeumnya. Dilansir dari money.kompas.com, Perry Warjiyo selaku gubernur Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa aliran modal asing yang keluar dari Indonesai per 19 Maret 2020 mencapai Rp 105,1 triliun, jumlah aliran keluar yang besar disebabkan oleh persebaran virus corona yang meningkat dengan cepat dan terjadi dibelahan dunia manapun.

Keadaan ini turut menekan nilai rupiah yang sempat menyentuh level Rp.16.225 per dollar AS di pasar spot Bloomberg. Tindakan yang diambil BI selaku Bank sentral dalam mengambil kebijakan moneter ialah menurunkan suku bunga BI sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. keputusan ini diambil dalam rangka menstabilkan nilai rupiah yang babak belur karena penyebaran virus Corona. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility turun 25 bps menjadi 3,75% dan suku bunga lending facility turun 25 bps menjadi 5,25%. Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dan langkah preemptive menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Dilansir dari cnnindonesia.com Bank Indonesia sudah mengalirkan dana hampir mencapai Rp300 triliun untuk menguatkan nilai tukar rupiah dari tekanan dolar AS  sebagai dampak penyebaran virus corona. Injeksi ke mata uang Garuda dilakukan di pasar spot, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing, hingga DNDF. “Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia sudah mengikuti sesuai dengan anjuran Bank Sentral global namun BI belum bisa menjaga stabilitas mata uang rupiah akibat pasar yang panik karena dinamika dinamika penyebaran virus corona sangat cepat,” imbau Ibrahim selaku Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka (dilansir dari finance.detik.com) .

Berdasarkan data Bank Indonesia tetang perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah secara periodik. Indikator yang dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

Perkembangan Nilai Tukar 16-20 Maret 2020
Pada akhir hari Kamis, 19 Maret 2020 :

  1. Rupiah ditutup melemah di Rp15.900.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,95%.
  3. DXY (Indeks Dolar) menguat ke level 102,76.
  4. Yield UST Note 10 tahun naik ke level 1,140%.

Pada pagi hari Jumat, 20 Maret 2020 :

  1. Rupiah dibuka stabil di level di Rp.15.850.
  2. DXY (Indeks Dolar) menguat ke level 102,83 .

Aliran Modal Asing (Minggu ke 3 Maret 2020) :

  • Premi CDS (Currency Default Swap) Indonesia 5 tahun naik ke 251 bps per 19 Maret 2020 dari 172 bps per 13 Maret 2020.
  • Berdasarkan data transaksi 16-19 Maret 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net jual Rp28,60 triliun dengan net jual di pasar SBN sebesar Rp26,94 triliun dan di pasar saham sebesar Rp1,66 triliun.
  • Berdasarkan data setelmen 16-19 Maret 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik net jual Rp37,83 triliun. Selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat net jual Rp105,14 triliun (termasuk data crossing saham), terutama dikontribusi dari pasar SBN (Surat Berharga Negara).

Sumber : Bank Indonesia (hgh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here