INDRALAYA, KINERJA – Beberapa hari yang lalu, Mafesripala melakukan ekspedisi kecil atau pengembaraan anggota muda ke kawasan Karst Jagabaya, Provinsi Jawa Barat. Ekspedisi yang dimulai dari Jumat (3/4) itu diikuti oleh delapan orang dari Mafesripala, empat di antaranya merupakan anggota muda, dua pengiring dan dua mentor.

Delapan orang yang ikut ekspedisi itu yakni Desica, Gilang, Ahmad Zaelani, Adit yang merupakan anggota muda, Leo dan Ike sebagai mentor, serta Devi dan David sebagai pengiring. Ekspedisi itu mengunjungi kawasan Bukit Kapur Jagabaya, tepatnya Goa Kraton di desa Leuwikaret dan Goa Cikenceng di Desa Tajur, yang keduanya termasuk kawasan Kecamatan Kelapa Nunggal, Bogor, Jawa Barat.

Keberangkatan tim ekspedisi itu dilepas oleh Sekjur Manajemen yang merupakan Alumni Mafesripala, Welly Nailis di FE Kampus Palembang.

Leo Ardinata, mentor ekspedisi itu mengatakan tujuan adanya ekspedisi kali ini untuk mempelajari ekosistem kawasan Karst, sekaligus melakukan Dikjut (pendidikan lanjutan) bagi anggota muda Mafesripala. “Kita disana memahami dan mempelajari ekosistem kawasan Karst untuk kita bandingkan dengan yang di Sumsel. Selain itu, kita mempelajari teknik penelurusan goa dengan tingkat lorong yang lengkap, yang sempit, vertikal, horizontal, dan lain-lain, sekaligus kita mengadakan dikjut bagi anggota muda Mafesripala sebagai tahapan diklat,” ungkap Leo saat diwawancara di Sekretariat Mafesripala, Kampus Indralaya.

“Dengan adanya kegiatan ekspedisi ini, kita bisa tahu apa makna esensial kehidupan dari kawasan Karst itu, dan bisa kita coba terapkan di kawasan yang ada di Kikim, Lahat. Karena kesadaran masyarakat tentang fungsi kawasan Karst masih kurang, itulah gunanya kita ekspedisi, juga dengan adanya ekspedisi ini kita bisa mengamati biota maupun ornamen-ornamen dalam goa, baik vertikal maupun horizontal,” lanjut Mahasiswa Manajemen angkatan 2013 itu.

Ekspedisi itu juga bekerjasama dengan Mapala IPB yang sangat terbuka dan membantu memfasilitasi akses menuju lokasi. “Mereka yang menyiapkan mobil kemarin, sampai disana mereka bilang, pakai mobil saja,” cerita Leo.

Tim ekspedisi pulang kembali ke Palembang pada Sabtu (14/4) dengan kondisi selamat. Ekspedisi ini, lanjut Leo, rencananya akan ditindaklanjuti dan diterapkan ilmunya di kawasan Karst yang berada di Kecamatan Kikim, Kabupaten Lahat sebagai upaya pencerdasan dan penyadaran masyarakat disana akan pentingnya kawasan karst. “Kawasan karst itu penting, cuma banyak masyarakat belum sadar, akhirnya dimasuki oleh para perusahaan penambang, itulah tugas kita untuk menyadarkan masyarakat, rencananya nanti kita ekspedisi ke kawasan Karst yang ada di Kikim,” tutup Leo. (bgs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here