INDRALAYA, KINERJA- Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) akan dilaksanakan kurang lebih satu bulan lagi, yaitu tanggal 15-21 Oktober 2018. Peksiminas diselenggarakan dua tahun sekali oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam hal ini Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI).

Sebelum bisa mengikuti Peskiminas, para peserta lomba harus terlebih dahulu lolos pada tahap Peksimida (Pekan Seni Mahasiswa Daerah). Unsri sendiri telah menyelenggarakan seleksi tingkat universitas pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu, dan mengirimkan nama-nama delegasi dari Unsri untuk mengikuti Peksimida pada tanggal 12-14 September 2018 pada waktu dan tempat setiap lomba yang telah ditentukan panitia, dan tiap-tiap lomba sudah ada koordinatornya masing-masing. Sayangnya penentuan jadwal dan lokasi Peksimida untuk daerah Palembang sedikit kurang koordinasi. Hal ini dirasakan oleh dua mahasiswa FE Unsri, yakni Haikal Al Faris dan Ahmad Redho Nugraha sebagai peserta lomba pada cabang lukis dan komik strip.

Ahmad redho yang kerap disapa Redho menceritakan kronologis batalnya ia mengikuti lomba seleksi Peksimida. “Saya dan Haikal sudah menghubungi koordinator lomba kami, menanyakan ketentuan lomba dan ruangannya, ternyata lomba kami diundur dan pada saat itu tidak ada kepastian sampai kapan, panitia hanya bilang nanti dikabari kalau sudah fix,” cerita Redho.

Pada akhirnya Redho dan haikal hanya menunggu kepastian panitia hingga tanggal 14 September 2018. Tidak tahan menunggu lama lagi, Redho dan Haikal mencoba menghubungi pihak penyelenggara lagi dan ternyata lomba yang mereka ikuti telah selesai.

“Saya dan kak redho telah berusaha menghubungi penyelenggara lomba. Alhasil kami tidak bisa ikut lomba susulan karena lomba itu sudah dijalankan. Yang saya aneh kan itu kenapa informasi itu tidak sampai ke kami berdua, padahal kami sudah tergabung dalam grup lomba,” cerita Haikal.

Ketika menerima kabar bahwa mereka tidak bisa lagi mengikuti lomba, Redho spontan meminta pertanggungjawaban kepada pihak penyelenggara baik Unsri maupun PGRI. “Saya menelpon Kasubag Kemahasiswaan Unsri tapi tidak diangkat, lalu saya menemui langsung dan beliau mengatakan mau bagaimana lagi hasil lombanya sudah ada. Seharusnya saya yang berkomunikasi langsung dengan pihak PGRI, bukan lewat kemahasiswaan lagi,” cerita Redho. Di lain sisi, Redho juga menayakan hal serupa ke pihak PGRI dan sebelumnya pihak PGRI menyuruh Redho untuk komplain sama Unsri dan BPSMI. Sampai saat ini Redho masih berusaha menghubungi pihak BPSMI untuk meminta kejelasan.

Peristiwa ini bukan hanya dirasakan oleh Redho dan Haikal, pasalnya peserta dari cabang lomba lain seperti puisi dan cerpen dari Unsri pun bernasib sama. Akan tetapi, mereka lebih beruntung karena koordinatornya mau mengadakan lomba susulan.

Di akhir wawancara, Haikal dan Redho mengutarakan harapannya untuk penyelenggaraan Peksimida berikutnya agar lebih ditingkatkan lagi koordinasinya, karena kesalahan koordinasi dapat membuat peserta lomba merasa terzalimi yakni gagal mengikuti lomba.

Wartawan:

Rahayu

Bagas Pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here