INDRALAYA, KINERJA – Baru saja memasuki awal tahun akademik 2018/2019, FE Unsri sudah menjalankan sebuah program pertukaran mahasiswa yang digagas oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), bernama Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara (PERMATA) 2018.

Dilansir dari website belmawa.ristekdikti.go.id, PERMATA ini diadakan dengan tujuan untuk membangun dan memperkuat nasionalisme mahasiswa, meningkatkan komunikasi mahasiswa lintas perguruan tinggi dan lintas budaya, serta memberi kesempatan mahasiswa mengambil perkuliahan di perguruan tinggi yang memiliki keunggulan dan kekhasan keilmuan tertentu dengan bidang ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Dr. Imam Asngari, S.E., M.Si., salah satu dosen FE Unsri menganggap program PERMATA tersebut adalah program yang baik. “PERMATA itu program yang baik, dimana mahasiswa yang diutus ke kampus lain bisa saling mengenal universitas tujuan, baik sistem akademik, sistem administrasi, proses pembelajaran, suasana akademik, keorganisasian, dan dapat mengenal karakter studi mahasiswa di kampus tujuan,” tuturnya. “Melalui PERMATA, mahasiswa bisa mengambil aspek positif studi di kampus tujuan, serta kemandirian studi peserta akan lebih baik, dibandingkan mereka yang hanya belajar di kampus asalnya,” tambah Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan Kampus Indralaya tersebut.

Putri Utami Nurvitasari, mahasiswa asal Universitas Jenderal Soedirman yang menjadi salah satu peserta pada program PERMATA 2018, mengaku bahwa awalnya dia tidak banyak mengetahui tentang program PERMATA. “Pada awalnya saya tidak tahu banyak mengenai apa itu PERMATA. Namun setelah itu, saya mencari tahu sendiri dan saya akhirnya berangkat untuk mengikuti program PERMATA ini,” ungkap mahasiswi yang lahir di bulan April tersebut.

Seperti yang diketahui program PERMATA telah berjalan sejak tahun 2014 dengan kuota mahasiswa yang menjadi peserta terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Peserta yang mengikuti program PERMATA, akan melakukan proses belajar mengajar di universitas lokasi pertukarannya selama satu semester ke depan.

Putri, mahasiswa Unsoed.

Putri berharap dengan ikutnya dirinya sebagai peserta PERMATA, bisa menambah relasi yang banyak dan juga membandingkan metode belajar yang diterapkan antara Unsri dan universitas asalnya. “Harapan saya di program PERMATA ini pastinya punya relasi yang lebih banyak ya, bisa menganalisis perbedaan metode pembelajaran dari kedua universitas ini yang nantinya bisa saling menerapkan yang mana yang sesuai, mengetahui budaya baru dan untuk evaluasi program PERMATA itu sendiri tentunya, dan juga bisa gabung dengan LPM Kinerja FE Unsri,” harapan Putri.

Tidak hanya Putri, FE Unsri pada tahun ini juga menerima dua mahasiswa dari universitas lain, yakni Ni Made Padmawati dari Unud ke Prodi Manajemen, dan satu orang lagi ke Prodi Akuntansi. Dua tahun lalu FE Unsri mengirim tiga orang ke universitas lain, yaitu dua orang ke Undip dan satu orang ke Unhas. (dnl/rhy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here