INDRALAYA, KINERJA – Getaran gempa bumi di Nusa Tenggara Barat masih terasa hingga kini, berbagai aksi penggalangan dana dilakukan di berbagai tempat.

Dua hari kemarin, sejak Minggu pagi (12/8) dan Senin sore (13/8), Adi Wiratama, Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW HIMA Persis) Sumatera Selatan bergerak kreatif galang dana dengan berjualan Minuman Pakwoh miliknya.

Adi Wiratama, Wakil Ketua PW Hima Persis Sumsel, yang juga Mendagri BEM KM Unsri Kabinet Bangga Sriwijaya

Ia bersama pengurus dan calon anggota PW Hima Sumsel membuka lapak jualan dan donasi di depan Landmark Unsri Indralaya mulai pukul 17.00.

Hanafi (Kiri) dan Adi Wiratama (Kanan)

Minuman Pakwoh dipatok harga Rp 9.000 per botol. “Minuman Pakwoh dipatok harga Rp 9.000 per botol, bisa juga lebih bagi yang mau menyumbang,” ujar Adi yang juga merupakan Menteri Dalam Negeri BEM KM Unsri itu. Semua hasil penjualan dari Minuman Pakwoh, Adi mengatakan semuanya disalurkan ke korban gempa bumi di Nusa Tenggara Barat.

Adi Wiratama bersamaa Pengurus PW Hima Sumsel

Xosya Salassa (19) mahasiswa Teknik Komputer Unsri yang turut membeli minuman Pakwoh mengatakan, kegiatan yang dilakukan bernilai positif dan inovatif mengingat korban gempa di Lombok sangat memerlukan bantuan berkesinambungan. “Ini kegiatan yang positif ya, karena teman-teman di Lombok, kabarnya tempatnya tidak bisa dihuni lagi, jadi butuh bantuan,” ujar Xosya. “Bagus ya, ini inovatif, biasanya kan orang galang dana cuma berdiri-berdiri, kalau ini sambil jualan juga, kan kreatif,” ungkapnya kepada Kinerja.

Xosya Salassa, Mahasiswa Teknik Komputer Unsri yang turut membeli

Selain itu, Diah Ayu (18), mahasiswi Administrasi Negara pun merespon positif aksi kreatif ini. “Bagus dong, orang menikmati minumannya, sekaligus dapat pahala, ads feedbacknya secara langsung,” tuturnya.

Salah satu pembeli minuman Pakwoh

Ada yang menarik di momen aksi galang dana kreatif sore itu. Madoka dan Akane, mahasiswi pertukaran pelajar dari Jepang di Fakultas Pertanian Unsri, ikut membeli dan mendukung aksi penggalangan dana untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat. Bersama Adi, menggunakan bahasa Inggris dan Jepang, mereka berdua turut menyampaikan dukungan untuk korban gempa bumi.

Madoka (Kiri) dan Akane (Kanan)

Adapun aksi selesai tepat pukul 18.00 WIB, dengan total dana yang terkumpul kurang lebih mencapai satu juta rupiah. Adi mengatakan, Hima Persis akan terus membuka lowongan donasi selama korban di Nusa Tenggara Barat masih membutuhkan bantuan. (bgs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here