INDRALAYA, KINERJA – Karyawan Bagian Umum, Herman menegaskan tidak boleh lagi ada motor yang parkir di sepanjang jalan antara kantin dan musola di FE Unsri Indralaya. Hal itu ia sampaikan Selasa (19/2) pagi, seraya menghimbau mahasiswa untuk memindahkan motor yang masih parkir liar di sepanjang jalur itu.

“Tidak boleh lagi parkir disini, ini dari Dekan langsung,” ujarnya. Selagi melarang parkir, Herman beserta staf lainnya membuat tanda dilarang parkir secara tertulis di kertas karton dan kardus.

Gubernur Mahasiswa FE Unsri, Bagas Pratama turut memberikan komentar terhadap kebijakan itu. “Dulu memang ada rambu dilarang parkir, namun tak pernah diindahkan sedikitpun, malah sudah kita angkat jadi berita, tapi sepertinya tak terpublikasi dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan etika mahasiswa yang tidak mengindahkan peraturan itu serta mendukung langkah yang diambil oleh pihak dekanat. “Kita menyayangkan sebenarnya, sudah ada lahan parkir tapi masih betah disini, kan biasanya menyebabkan macet tuh, tapi kita dari BEM tentu tidak punya wewenang untuk melarang, makanya saya dukung langkah dekanat yang melarang ini,” lanjut Bagas.

 

Pagi ini, tidak kelihatan satupun kendaraan yang terparkir di sepanjang jalan itu. Salah satu mahasiswa FE Unsri, Muhammad Kahpi menilai miris, karena pelepah sawit dan tangga juga ikut menjadi rambu dilarang parkir disana. “Ini mengindikasikan bahwa memang kita tidak taat peraturan, kemarin saat ada rambu dilarang parkir, tidak digubris, agak lucu, kenapa sampai harus ditutup pakai tangga seperti itu baru nurut peraturan,” ungkap Kahpi.

Wartawan:
M Azka Nurhanif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here