PALEMBANG, KINERJA – Baru tiga hari sejak dilantik sebagai Presiden Mahasiswa Unsri, Ni’matul Hakiki Vebri Awan atau yang akrab disapa Wawan langsung memulai rangkaian pergerakan mahasiswa Unsri selama yang akan dipimpinnya satu tahun periode kedepan. Wawan meyambangi Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru di Kantor Gubernur Sumsel, siang tadi (13/11) pukul 12.30 WIB.

Wawan bersama tiga mahasiswa lainnya, yakni Gulam (Gubma FMIPA Terpilih), Bagas Pratama (Gubma FE terpilih) dan Hedi Yunus (Kadin Kastrat Fasilkom) mewakili Garda Sriwijaya mendatangi Kantor Gubernur sekaligus memenuhi undangan Forum Konsultas Publik (FKP) rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel 2018-2023 bertempat di Bina Graha Praja.

Selesai memberikan kata sambutan pada pembukaan FKP RPJMD, Herman Deru langsung menuju teras depan Kantor Gubernur untuk duduk bersama organisasi aliansi wartawan untuk mengklarifikasi kejadian cekcok antara Pengawal pribadi Gubernur dengan salah satu awak media saat berada di PTC beberapa hari lalu.

Wawan bersama tiga rekannya (Gulam, Bagas dan Hedi) selesai Gubernur memberikan klarifikasi tersebut, langsung meminta kesediaan Herman Deru untuk menyampaikan beberapa aspirasi dan berbincang-bincang perihal keadaan Sumsel saat ini.

Wawan bersama rekan akhirnya diundang Herman Deru untuk berbincang bersama di ruangannya, dengan suasana keakraban yang terpancar dari raut wajahnya. Ia menyambut mahasiswa dengan sikap terbuka dan mempersilakan Wawan menyampaikan aspirasinya.

“Kami meminta kiranya Bapak Herman Deru bisa menjamin kebebasan berpendapat, karena fenomena akhir-akhir ini yang kita temui, banyak kriminalisasi walaupun bukan di Sumatera Selatan,” ujar Wawan. “Lalu juga masalah pertanian, kami minta bapak bisa mewujudkan program yang kata bapak 250.000 Hektar lahan baru untuk sawah rawa dan harapannya bisa menggaet petani kecil,” lanjutnya.

“Karena, kasusnya di Sumatera Selatan ini juga, yang kami amati yaitu konflik agrarianya tinggi, ada bahkan di Lahat kalau tidak salah, sampai dibunuh, terus juga di Cinta Manis di dekat Universitas kami sendiri (Unsri),” sambungnya. “Kalau masalah pendidikan, yang kami soroti adalah guru guru, kasusnya kemaren yang kami dapati yaitu, guru honorer dibatasi dan tenaga ahlinya itu kurang,” pungkas Wawan.

Suasana ketika penyampaian aspirasi.

Menanggapi hal yang disampaikan Wawan, Herman Deru menyambut baik aspirasi tersebut, terutama dalam beberapa poin seperti kebebasan berpendapat, masalah pertanian, dan beberapa hal lainnya. “Kebebasan berpendapat bagi seluruh elemen masyarakat, pasti itu,” jawab Herman.

“Mempublikasikan hasil RPJMD akhir kepada masyarakat Sumatera Selatan selambatnya satu bulan setelah pengesahan, itu otomatis,” lanjutnya.

Ia sedikit menolak ketika disinggung masalah program 100 hari kerja. “Saya jawab ya, dari awal saya tidak mau ada program 100 hari kerja, yang ada setiap hari,”ujarnya. “100 hari kerja itu dihitung dari 1 Oktober sejak saya dilantik kemarin, kalau dihitung sampai akhir Desember nanti, baru hampir tercapai 100 hari, otomatis anggaran tahun berjalan sudah disahkan, tidak mungkin saya mengubah itu,” sambung Herman. “Dan hampir semua janji kampanye itu, di saat 43 hari sejak saya menjabat, yang besar besar hampir sudah selesai,” ujarnya seraya menceritakan kebijakan penyetopan mobil batu bara di jalan umum.

“Menjamin program kuliah gratis dan beasiswa pemerintah provinsi tetap berjalan, saya setuju, tapi mungkin kita lebih berbasis prestasi,” lanjutnya. “Pemerataan tenaga guru di wilayah Sumatera Selatan, kalau saja saya diberi kewenangan mengangkat status guru, semua akan saya PNS-kan sesuai dengan kebutuhan, tapi kewenangan bukan pada gubernur, melainkan wewenangnya Kementerian PAN-RB”.

“Kemudian, mencegah konflik agraria di Sumatera Selatan dengan seadil-adilnya, kita sama, tidak boleh lagi terjadi, kita minimalisir,” ujar Herman seraya tersenyum. “Menepati semua janji kampanye di bidang pertanian, infrastruktur dan pendidikan, pasti. Karena visi kita, Sumsel maju untuk semua itu berbasiskan pertanian,”

Terakhir, ia menyetujui salah satu aspirasi mahasiswa untuk membuat semacam laporan pertanggung jawaban setiap enam bulan sekali, namun karena terlalu repot, Herman menyarankan agar dibuat setiap satu tahun sekali. Setelah berbincang panjang dengan mahasiswa Unsri, Gubernur Herman Deru mengajak mereka untuk berfoto bersama.

Wartawan:
Bagas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here