PALEMBANG, KINERJA – Tahun ini Universitas Sriwijaya menjadi tuan rumah dalam acara Forum Diskusi Ekonomi Indonesia (FMEI). Acara tersebut akan dibuka pada Jum’at (16/11) di Kampus Pascasarjana Unsri Palembang dan diakhiri dengan kegiatan fieldtrip pada hari Jumat (18/8) kemarin.

FMEI kali ini mengangkat tema yang cukup unik yaitu “Menelaah Premature Deindustrialization di Indonesia Guna Meningkatkan Pertumbuhan Sektor Manufaktur.”

M. Dio Fatra Utama selaku Ketua Pelaksana dari Kongres FMEI mengatakan bahwa ada 15 anggota tetap dan ada satu universitas yang akan mencalonkan diri sebagai anggota. “Ada 15 anggota tetap FMEI, antara lain UNSRI, UI, UNBRAW, UGM, UNDIP, UNF, UNSOED, dan lain-lain. Dan akan ada 1 Universitas yang akan mencalonkan diri sebagai anggota yaitu Universitas Admajaya,” terang Dio.

M. Dio juga menceritakan bahwa hasil dari FMEI sendiri akan dibawa ke Realisasi Tindak Lanjut. Dengan mendatangkan Menteri Pengindustrian Republik Indonesia. “InsyaAllah hasil dari FMEI ini akan dibawa ke Realisasi Tindak Lanjut. Realisasi Tindak Lanjut ini kami mendatangkan secara langsung Menteri Pengindustrian Republik Indonesia yaitu bapak Airlangga Hartanto. Jika, beliau berhalangan hadir maka Sekretaris Jenderalnya akan diamanahkan untuk mewakilkan,” sambung laki-laki yang kerap disapa Dio tersebut.

Selain mendatangkan Menteri Pengindustrian, kongres FMEI ini juga diisi oleh Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, yaitu Agung Firman Sampurna.

Agung Firman Sampurna, Anggota I BPK RI

Di akhir wawancara, Dio mengutarakan harapannya agar seluruh universitas yang berpartisipasi di FMEI dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat Indonesia. “Semoga seluruh Universitas baik itu anggota tetap atau bakal jadi anggota dapat berpartisipasi di FMEI dan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat Indonesia setelah forum ini,” tutupnya.

Wartawan:
M. Iskandar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here