Tidak semua mahasiswa Fakultas Ekonomi berasal dari jurusan IPS. Beberapa di antaranya pun ada yang berasal dari jurusan IPA bahkan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lalu apa yang mereka rasakan selama berada di fakultas yang pelajarannya berbeda, bahkan tidak pernah sama sekali mereka temui di sekolah menengah sebelumnya?

Trisno, salah satu mahasiswa FE Unsri mengatakan sempat itu kelas intensif saat sebelum mengikuti tes SBMPTN. “Aku kemarin lulus jalur SBMPTN, sempet ikut kelas intensif IPC karena aku dari IPA jadi lumayan banyak belajar tentang pelajaran IPS, Alhamdulillah lulus kemarin,” ujar Trisno. “Awal perkuliahan pas di kelas bingung sama materinya bahkan kadang nggak ngerti sama sekali, cuman yasudah diikutin aja karena tidak mengerti materi bukan alasan untuk langsung ngambil keputusan pindah jurusan,” lanjutnya.

Finalis Bujang UnsriI 2018 yang merupakan mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan ini juga terkadang masih merasa kesulitan memahami materi mata kuliah jurusan ekonomi. Namun, hal tersebut justru membuatnya semangat dan tertantang untuk terus belajar. Meski masih menyandang status sebagai mahasiswa baru, Trisno juga aktif dalam kegiatan mahasiswa di kampus. “Ya selain harus pinter akademik, potensi diri juga harus terus digali. Ketahui minat dan bakat itu penting. Kan di kampus sudah menyediakan banyak kegiatan dan unit organisasi untuk mahasiswa tinggal cari aja apa yang kamu suka, dimana passionmu, karena pinter saja nggak cukup, skill juga dibutuhin untuk cari kerja nanti,” ucap Trisno.

Hal serupa juga dirasakan oleh Fina. Ia mengatakan banyak menemui kebingungan pada saat awal mengikuti pelajaran. “Kemarin aku lulus jalur SNMPTN dan aku dari jurusan IPA. Pertama kali ngikutin kelas belajar bingung ya pasti, banyak istilah-istilah yang belum pernah didenger sebelumnya. Sempat merasa down banget seperti merasa tempatku itu bukan disini. Nah disaat lagi merasa seperti itu dukungan dari temen-temen tuh dibutuhin banget. Jadi ya, menurutku peran teman itu penting, karena kalo dapet teman yang positif maka akan nular ke kita hal positifnya, terus dari mereka memotivasi aku buat semangat belajar, jangan sampai putus asa. Kalo mengalami kesulitan dalam pelajaran ya yang namanya belajar sih kadang ngerti kadang enggak, wajarlah. Intinya jangan pernah malu untuk bertanya sama orang yang berilmu. Kadang kalo lagi bingung sekali sama keadaan yang gimana gitu, sempat terlintas dipikiran pindah jurusan tapi kalo di ingat-ingat lagi lulus disini kan tidak mudah, jerih payah merebutkan posisi di 80 dari ribuan orang itu kayak mimpi. Jadi harus pertimbangkan lagi kalo mau pindah,” cerita Fina, salah satu mahasiwa Jurusan Ekonomi Pembangunan.

Untuk mengurangi sedikit rasa bingung dan takut seperti yang terjadi di atas, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk kamu yang sedang berputus asa atau pun kesulitan dalam bidang akademik:


1. Ketika terlintas pikiran untuk pindah jurusan.
Jangan lupakan apa niat dan tujuan awal kalian sewaktu hati kalian mantap memilih prodi yang kalian jalani sekarang.

2. Ketika mata kuliah tidak sesuai ekpetasi.
“Niat awal ingin menghindari hitung-hitungan malah dapat jurusan yang banyak materi matematikanya.” Ini bukan masalah besar kok, pelajari lebih dalam tentang mata kuliah yang dirasa sulit, jangan sungkan untuk bertanya kepada temanmu yang pandai, kamu juga bisa membuat kelompok belajar kecil bersama teman-temanmu yang menguasai materi tersebut.

3. Cari referensi dari buku.
Tidak selamanya kamu bisa mengandalkan temanmu, kamu juga bisa belajar mandiri dengan buku di kamarmu yang nyaman. Carilah buku dengan bahasa yang sederhana sehingga bisa memudahkanmu untuk memahami materi tersebut.

4. Jangan pernah bolos.
Penting loh memperhatikan dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosenmu, catat hal-hal yang dirasa penting. Jika untuk belajar sendiri saja kamu sudah malas ditambah lagi malas masuk kelas bagaimana kamu akan maju? Bolos untuk menghindari mata kuliah yang kamu tidak suka bukanlah hal yang tepat.

5. Berubah.
Jadilah mahasiswa yang lebih aktif, rajin, dan mengumpulkan tugas tepat waktu agar nilaimu membaik.

6. Pertimbangakan lagi keputusan yang akan kamu buat.
Jika memang keadaannya sudah tidak memungkinkan untuk kamu bertahan, coba bayangkan wajah kedua orang tuamu yang susah payah mencari nafkah untuk membiayai sekolahmu, pikirkan keadaan finansial mereka jangan hanya keegoisanmu membuat mereka sia-sia membayarimu sekolah.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kalian terapkan. Jangan mudah menyerah hanya karena kamu bukan basic dari IPS jadikan hal tersebut untuk memacu rasa keingintahuanmu terhadap bidang ini. Memangnya tidak bosan tiga tahun menghitung kecepatan buah apel jatuh dari pohon, menghapal nama latin makhluk hidup, bermain dengan reaksi kimia? Kwkwk disini kamu akan belajar hal berbeda dari dunia ekonomi, menarik bukan? Tanpa disadari hal ini telah membuatmu tumbuh lebih dewasa dalam mempertanggung jawabkan keputusanmu. Ingatlah kembali bagaimana perjuanganmu baik itu di SNMPTN, SBMPTN atau USM kemarin, tidak mudah bukan? Bersyukurlah karena hari ini kamu bisa merasakan kuliah, banyak diluar sana yang memimpikan menjadi sepertimu, manfaatkanlah!

 

Penulis:

Fina Sa’adah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here